Peran Farmasi Klinis untuk Mutu Kualitas RS Tipe C dan D


Farmasi klinis di rumah sakit

Mutu pelayanan menjadi tantangan utama bagi rumah sakit tipe C dan D. Keterbatasan sumber daya, tingginya beban pelayanan, serta tuntutan regulasi, membuat rumah sakit harus lebih strategis dalam mengelola sistem pelayanan kesehatan. Salah satu elemen penting yang sering belum dimaksimalkan adalah farmasi klinis.

Farmasi Klinis sebagai Pilar Mutu Pelayanan Rumah Sakit

Farmasi klinis merupakan pelayanan kefarmasian yang berorientasi langsung pada pasien. Apoteker klinis berperan aktif dalam memastikan bahwa terapi obat yang diberikan seperti tepat indikasi, tepat dosis, aman, efektif, rasional

Peran ini menjadikan farmasi klinis sebagai salah satu komponen penting dalam sistem mutu pelayanan rumah sakit. Dalam meningkatkan citra yang baik di mata pasien, tentunya komponen ini tidak boleh dipandang sebelah mata.

Pelajari Fitur SIMRS Lengkap

Baca juga: Peran Farmasi Klinik untuk Rumah Sakit Modern

Ruang Lingkup Pekerjaan Ahli Farmasi Klinis

Seperti yang sudah Sobat Farmagitechs  baca sebelumnya, orang yang bekerja dalam bidang farmasi klinis lebih memprioritaskan kepada dua poin yaitu drug oriented dan patient oriented. Kedua orientasi membuat seorang apoteker klinis untuk memiliki filosofi terkait pharmaceutical care.

Lalu apa maksud dari filosofi pharmaceutical care pada bidang ini? merupakan bentuk optimalisasi peran dari apoteker dalam upaya pengobatan yang mengedepankan interaksi langsung serta sesering mungkin dengan pasien untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang maksimal serta meningkatkan kualitas hidup dari seorang pasien.

Pada filosofi ini, seorang apoteker punya ruang lingkup lebih luas pada usaha pengobatan seorang pasien. Sehingga tidak hanya melakukan aktivitas peracikan obat semata, tetapi ada hal-hal lain yang juga bisa mereka lakukan.

Baca juga: Standar Kefarmasiaan Rumah Sakit: Efisiensi Pelayanan

1. Farmasi Klinis Memberikan Konsultasi

Jika seorang farmasi industri hanya mengedepankan produksi obat, maka seorang apoteker bidang ini harus lebih manusiawi. Mereka bisa memberikan pelayanan konsultasi konsumsi obat kepada pasien yang memang sedang membutuhkannya.

2. Memberikan Informasi dan Edukasi Terkait Obat

Salah satu ruang lingkup pekerjaan ahli farmasi ini adalah membuka informasi kandungan yang ada di obat serta bagaimana caranya seorang pasien bisa mengkonsumsinya. Hal ini penting agar tidak terjadi penyelewengan atau akibat buruk lainnya.

3. Monitoring Pasien

Setelah memberikan obat kepada pasien, seorang apoteker klinis bisa melakukan monitoring bahkan evaluasi terhadap pasien serta memberikan rekomendasi penggunaan obat. Hal ini perlu untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dengan ruang lingkup yang luas ini, seorang apoteker klinis harus meningkatkan kompetensinya dalam banyak aspek seperti pengetahuan dan keterampilan, serta sikapnya sendiri. mereka akan lebih aktif berinteraksi dengan para pasien. Publik speaking menjadi tombak penting yang harus mereka miliki.

Baca juga: Standar Kefarmasiaan Rumah Sakit: Efisiensi Pelayanan

Anda mencari SIMRS yang terintegrasi dengan beragam layanan? tapi masih ragu memilih SIMRS?

Konsultasi Gratis Implementasi SIMRS

Standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit

Pemerintah dalam hal ini Menteri Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan sebagai dasar hukum penerapan pelayanan farmasi klinik di rumah sakit dan sebagai bahan acuan mengenai butir kegiatan farmasi klinik yang harus diterapkan pada pelayanan farmasi klinik di rumah sakit.

Permenkes No.72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit dalah hasil perubahan dari Permenkes No.34 Tahun 2016 Tentang Perubahan Permenkes No.58 yang masih belum memenuhi kebutuhan hukum di masyarakat.

Peran Farmasi Klinis dalam Meningkatkan Mutu RS Tipe C dan D

1. Meningkatkan Keselamatan Pasien (Patient Safety)

Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu rumah sakit. Farmasi klinis berkontribusi dengan cara, mengidentifikasi potensi interaksi obat, mencegah kesalahan pemberian obat (medication error), memantau efek samping dan reaksi obat

Bagi RS tipe C dan D, peran ini sangat krusial karena keterbatasan SDM sering meningkatkan risiko kesalahan klinis.

2. Mendukung Penggunaan Obat yang Rasional

Tanpa pengawasan farmasi klinis, penggunaan obat berisiko, tidak sesuai standar terapi, boros anggaran, tidak sesuai formularium. Kemudian peran ini membantu rumah sakit dalam mengendalikan penggunaan obat, menekan biaya yang tidak perlu dan menjaga konsistensi terapi sehingga ini berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional RS.

3. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Klinis

Apoteker klinis berkolaborasi dengan dokter dan perawat dalam pengambilan keputusan terapi. Kolaborasi ini untuk meningkatkan akurasi pengobatan, mempercepat respons terhadap kondisi pasien dan mengurangi kejadian terapi tidak efektif

Dengan demikian, kualitas pelayanan klinis rumah sakit meningkat secara menyeluruh dan memberikan hasil yang baik untuk akreditasi rumah sakit.

4. Mendukung Standar Akreditasi Rumah Sakit

Farmasi klinis menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian akreditasi rumah sakit. Penilaian mencakup terkait keselamatan penggunaan obat, dokumentasi pelayanan kefarmasian, keterlibatan apoteker dalam pelayanan klinis

RS tipe C dan D yang menerapkan sistem ini dengan baik akan jauh lebih siap dalam menghadapi akreditasi, punya dokumentasi yang lebih rapi dan dapat mengurangi temuan audit yang tidak sesuai

5. Meningkatkan Kepuasan Pasien

Edukasi pasien merupakan bagian dari pelayanan ini, meliputi cara penggunaan obat, kepatuhan minum obat dan Informasi efek samping penggunaan obat

Pasien yang memahami terapinya dengan baik cenderung lebih patuh terhadap proses pengobatan, merasa aman dan percaya, lebih puas terhadap pelayanan rumah sakit sehingga lebih tenang.

Baca juga: Standar Kefarmasiaan Rumah Sakit: Efisiensi Pelayanan

Tantangan Farmasi Klinis di RS Tipe C dan D

Meskipun perannya besar, implementasi farmasi klinis masih menghadapi kendala, antara lain mulai dari jumlah apoteker terbatas, beban kerja logistik farmasi yang tinggi, dokumentasi masih manual, sistem informasi belum terintegrasi beginilah masalah yang sering dihadapi.

Lalu jika tidak ditangani dengan baik, tantangan ini membuat farmasi klinis berjalan tidak optimal dan sulit diukur kontribusinya terhadap mutu rumah sakit.

Peran SIMRS dalam Mendukung Farmasi Klinis

Untuk meningkatkan mutu pelayanan melalui peran ini, RS tipe C dan D membutuhkan dukungan sistem informasi rumah sakit (SIMRS). Dan SIMRS Farmgitechs banyak membantu kebutuan farmasi klinis yang meliputi:

  • Integrasi data pasien, resep, dan hasil laboratorium
  • Dokumentasi intervensi farmasi secara digital
  • Pelaporan kegiatan sistem yang rapi dan siap audit
  • Mengurangi pekerjaan manual dan duplikasi data

Dengan SIMRS yang terintegrasi dan user friendly, farmasi klinis dapat berjalan lebih efektif meskipun dengan keterbatasan SDM.

Baca juga: Peran Farmasi Klinik untuk Rumah Sakit Modern

Dampak Farmasi Klinis terhadap Mutu RS Secara Keseluruhan

Jika diterapkan secara konsisten dan didukung sistem yang tepat, posisi ini memberikan dampak nyata bagi RS tipe C dan D, antara lain dapat Penurunan kesalahan pengobatan

  • Peningkatan keselamatan pasien
  • Efisiensi penggunaan obat
  • Dukungan kuat terhadap akreditasi
  • Peningkatan citra dan kepercayaan rumah sakit

Farmasi klinis bukan hanya unit pendukung, tetapi bagian strategis dari sistem mutu rumah sakit.

Penutup

Peran farmasi klinis dalam meningkatkan mutu kualitas RS tipe C dan D tidak dapat dipandang sebelah mata. Melalui pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien, farmasi klinis membantu rumah sakit mencapai pelayanan yang lebih aman, efektif, dan efisien.

Dengan dukungan SIMRS yang terintegrasi, farmasi klinis dapat terdokumentasi dengan baik, terukur kontribusinya, dan memberikan dampak nyata bagi mutu pelayanan rumah sakit. Ke depan, penguatan layanan ini akan menjadi salah satu kunci keberhasilan RS tipe C dan D dalam menghadapi tantangan regulasi dan kompetisi layanan kesehatan.

Jadwalkan Presentasi SIMRS Sekarang

Tinggalkan Komentar


WhatsApp Button
Farmagitechs
Tips memilih aplikasi rekam medis untuk RS dan Klinik Anda
Please enable JavaScript in your browser to complete this form.
Tuliskan nama lengkap Anda.
Nomor yang bisa kami hubungi.
Nama Perusahaan atau Rumah Sakit tempat Anda bekerja.
Alamat rumah sakit Anda bekerja.