70% Masalah Jasa Medis Rumah Sakit Dialami RS Tipe C?

Jasa medis rumah sakit merupakan salah satu aspek paling sensitif dalam operasional rumah sakit tipe C. Di satu sisi, jasa medis berhubungan langsung dengan kesejahteraan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan. Di sisi lain, jasa medis juga berkaitan erat dengan klaim BPJS, laporan keuangan, serta audit internal dan eksternal.
Namun pada praktiknya, sekitar 70% rumah sakit tipe C masih menghadapi masalah serius dalam pengelolaan jasa medis. Mulai dari perhitungan yang rumit, keterlambatan pembayaran, hingga revisi berulang saat audit. Pertanyaannya, kenapa masalah ini terus berulang?
Artikel ini akan membahas akar masalah jasa medis di RS tipe C serta bagaimana solusi sistem informasi rumah sakit (SIMRS) yang tepat dapat membantu mengatasinya. Anda bisa menanyakan kebutuhan sistem di faskes Anda dengan menghubungi kami di
Konsutasi GRATIS di siniBaca juga: Peran Farmasi Klinik untuk Rumah Sakit Modern
Kompleksitas Jasa Medis di RS Tipe C
RS tipe C memiliki karakteristik unik dibandingkan dengan rumah sakit tipe – tipe yang lainnya mulai dari:
- Volume pasien cukup tinggi
- Sumber daya manusia terbatas
- Anggaran operasional sensitif
- Ketergantungan besar pada BPJS Kesehatan
Dalam kondisi tersebut, pengelolaan jasa medis seharusnya cepat, akurat, dan transparan. Sayangnya, banyak RS tipe C masih mengandalkan proses manual atau sistem yang tidak terintegrasi.
Akibatnya, jasa medis justru menjadi sumber konflik internal dan risiko keuangaan. Dikutip dari laman Persi.or.id harus diketahui bahwa besar anggaran jasa medis diambil dari persentase pembayaran BPJS.
Manajemen rumah sakit harus menentukan besar anggaran jasa medis setiap bulan, dengan memperhatikan belanja dan biaya operasional rumah sakit lainnya.
Baca juga: Kerja Rumah Sakit Terhambat? Aplikasi Manajemen Ini Solusinya
Bobot setiap pekerjaan akan diperhitungkan menggunakan point / Relative Value Unit (RVU). Besaran nilai RVU tergantung alokasi dana untuk biaya SDM. Bila di akhir tahun ada sisa hasil kegiatan, dapat dikeluarkan bonus berdasar kinerja dan, atau untuk menambah komponen penghasilan lainnya.
Fee untuk pelayanan jasa medis semakin banyak komplikasi perawatan, akan mengecilkan anggaran jasa medis. Fee for service mungkin hanya dipakai untuk pasien VIP, pasien non BPJS. pasien BPJS yang tidak mau ikut sistem rujukan. pasien BPJS yang minta naik kelas perawatan.
Konsep Perhitungan Jasa Medis
Berlaku untuk dokter spesialis dan menggunakan sistem poin yang dihitung menggunakan Metode Relative Value Unit (RVU), yaitu menghitung “point” setiap jenis pelayanan medis baik periksa, konsultasi, visite maupun tindakan medis dari pendekatan tarif yang berlaku saat ini.
Jasa medis yang dibagikan sebesar proporsi jasa medis dari total hasil klaim BPJS yaitu 18 % (sesuai rata-rata besaran jasa medis terhadap pendapatan RS). Anda pun bisa berkonsultasi dengan tim marketing kami melalui kontak di bawah ini
Konsutasi GRATIS di siniBaca juga: Kerja Rumah Sakit Terhambat? Aplikasi Manajemen Ini Solusinya
Penyebab Utama Masalah Jasa Medis di RS Tipe C
1. Perhitungan Jasa Medis Masih Manual atau Semi Manual
Banyak RS tipe C masih menghitung jasa medis menggunakan:
- Excel
- Rekap manual dari beberapa unit
- Input ulang dari sistem berbeda
Metode ini sangat rawan:
- Human error
- Data tidak sinkron
- Perbedaan perhitungan antar unit
Kesalahan kecil dalam perhitungan dapat berdampak besar pada kepercayaan tenaga medis terhadap manajemen rumah sakit.
2. Data Pelayanan Tidak Terintegrasi
Jasa medis seharusnya dihitung berdasarkan data pelayanan nyata:
- Tindakan medis
- Farmasi
- Laboratorium
- Rawat jalan dan rawat inap
Namun, jika SIMRS tidak terintegrasi penuh, data tersebut tersebar di berbagai sistem. Akibatnya:
- Ada tindakan yang terlewat
- Ada data ganda
- Jasa medis tidak mencerminkan pelayanan sebenarnya
Ini menjadi salah satu penyebab utama audit BPJS sering meminta revisi.
3. Sistem SIMRS Tidak User Friendly
Masalah lain yang sering muncul adalah tampilan sistem yang rumit.
Petugas farmasi, kasir, dan perawat harus:
- Menginput data berulang
- Menghafal banyak menu
- Menghadapi sistem yang lambat
Jika user tidak nyaman, maka:
- Data diinput asal-asalan
- Proses jadi lambat
- Kesalahan semakin sering terjadi
Pada akhirnya, jasa medis rumah sakit menjadi korban dari sistem yang tidak ramah pengguna. Sebelum rumah sakit Anda mengalami penurunan pelayanan bisa melakukan konsultasi di
Konsutasi GRATIS di siniBaca juga: Kerja Rumah Sakit Terhambat? Aplikasi Manajemen Ini Solusinya
4. Audit BPJS yang Semakin Ketat
BPJS Kesehatan terus meningkatkan pengawasan dan audit. RS tipe C sering menghadapi: Ketidaksesuaian klaim, data pelayanan tidak lengkap, selisih antara klaim dan jasa medis membuat operasional menjadi kacau
Jika sistem tidak mencatat data secara real time dan terstruktur, RS akan terus mengalami revisi klaim, penundaan pembayaran dan mengalami masalah pada tekanan arus kas
5. Tim IT Terbatas dan Beban Maintenance Tinggi
Mayoritas rumah sakit tipe C hanya memiliki 1–2 orang tim IT yang tentu saja tidak bisa membantu banyak dalam pelaksanaan operasional rumah sakit . Sementara itu, pada sistem lama sering membutuhkan banyak hal mulai dari maintenance sistem yang rutin, penanganan masalah bug, perbaikan server
Dampaknya mengalami sistem tidak optimal, banyak updatan sering tertunda hingga masalah Integrasi BPJS dan SATUSEHAT tidak stabil
Semua ini berdampak langsung pada kelancaran jasa medis.
Dampak Masalah Jasa Medis bagi RS Tipe C
Jika masalah jasa medis tidak segera ditangani, RS tipe C akan menghadapi berbagai risiko:
- Menurunnya kepercayaan tenaga medis
Keterlambatan atau ketidaksesuaian jasa medis memicu ketidakpuasan internal. - Risiko keuangan dan audit
Revisi klaim BPJS dan temuan audit dapat mengganggu stabilitas finansial RS. - Beban kerja administratif meningkat
Staf lebih fokus mengurus laporan daripada pelayanan pasien. - Hambatan akreditasi rumah sakit
Data jasa medis yang tidak rapi menjadi catatan serius dalam proses akreditasi.
Baca juga: Aplikasi SIMRS Tidak Efektif? Ini Penyebab dan Solusinya
Peran SIMRS Terintegrasi dalam Mengatasi Masalah Jasa Medis
Untuk mengatasi masalah tersebut, RS tipe C membutuhkan SIMRS yang tidak hanya lengkap, tetapi juga sederhana dan terintegrasi. Dengan demikian proses operasional rumah sakit bisa berjalan baik dan lancar tanpa hambatan
Adapun beberapa karakteristik SIMRS yang ideal untuk jasa medis khususnya untuk Rumah Sakit Anda seperti tipe C dan D:
1. Otomatisasi Perhitungan Jasa Medis
Umumnya pada rumah sakit tipe C dan D perhitungan berbasis rule, terhubung langsung dengan data pelayanan pasien dan sangat minim intervensi manual
2. Integrasi BPJS dan SATUSEHAT
Saat Data klaim lebih konsisten, dapat mengurangi revisi audit dan mendukung regulasi terbaru sesuai kesehatan yang berlaku
3. User Friendly untuk Semua Unit
Tampilan sederhana dan mudah diakses menjadi hal yang dicari oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Selain itu memiliki alur kerja jelas juga sangat membantu proses pelayanan rumah sakit serta dapat meminimalkan kesalahan input
4. Laporan Siap Audit
Penggunaan SIMRS yang terintegrasi membuat data historis tersimpan rapi, sangat mudah ditelusuri, layanan menjadi lebih transparan dan akurat serta aman. Saatnya diskusikan sistem Anda dengan tim kami di
Konsutasi GRATIS di siniKenapa RS Tipe C Perlu Berubah Sekarang?
Perubahan regulasi kesehatan, peningkatan audit BPJS, dan tuntutan transparansi membuat RS tipe C tidak bisa lagi mengandalkan sistem lama.
Investasi pada SIMRS yang tepat bukan sekadar pengeluaran, melainkan:
- Upaya menjaga stabilitas keuangan
- Meningkatkan kepercayaan tenaga medis
- Menjamin keberlangsungan operasional rumah sakit
RS yang mampu mengelola jasa medis dengan baik akan lebih siap menghadapi tantangan industri kesehatan ke depan. Tidak ada lagi kesenjangan yang dialami oleh tenaga medis, operasional yang kacau hingga akreditasi yang turun.
Baca juga: Aplikasi SIMRS Tidak Efektif? Ini Penyebab dan Solusinya
Penutup
Masalah jasa medis di RS tipe C bukan semata-mata disebabkan oleh SDM atau kebijakan internal, melainkan oleh sistem yang tidak mendukung kompleksitas operasional rumah sakit modern.
Dengan SIMRS Farmagitechs yang terintegrasi, user friendly, dan siap audit, RS tipe C dapat mengurangi konflik internal, mempercepat proses klaim, menjaga kepercayaan tenaga medis. Tidak hanya itu, citra rumah sakit bisa meningkat di mata pasien dan meningkatan pendapatan rumah sakit itu sendiri
Jika jasa medis dikelola dengan benar, rumah sakit tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga organisasi yang sehat secara sistem dan finansial. Segera jadwalkan DEMO nya dan dapatkan kemudahannya di
Konsutasi GRATIS di sini





