Rekam Medis Elektronik Definisi, Tantangan dan Implementasi

Aplikasi rekam medis elektronik merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh fasyankes saat ini. Sehingga dengan begitu, dapat mengurangi masalah data tidak sinkron, rekam medis sulit ditelusuri, klaim BPJS bermasalah, hingga laporan yang tidak siap disajikan.
Dalam banyak kasus pelayanan di rumah sakit, persoalan terkait lambatnya pelayanan pasien bukan hanya pada SDM, melainkan di sistem rekam medis yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan layanan saat ini.
Di sinilah Aplikasi Rekam Medis Elektronik (RME) memegang tugas penting. Bukan sekadar digitalisasi dokumen, tetapi sebagai alat kontrol manajemen, mitigasi risiko audit, dan fondasi tata kelola layanan kesehatan yang rapi.
Baca juga: Rekam Medis Elektronik yang Efisien untuk RS Tipe C dan D
Umumnya RME sudah terintegrasi dengan layanan SIMRS, sehingga lebih memudahkan alur kerja tenaga kesehatan menjadi lebih efisien dan optimal. Anda bisa mendownload brosur SIMRS di bawah ini.
Download Brosur SIMRSTantangan yang Sering Dihadapi RS dan Klinik
Direktur RS dan Kepala IT umumnya menghadapi persoalan yang berulang, antara lain:
- Rekam medis masih tersebar dan tidak konsisten
Data pasien tersimpan di banyak tempat, format berbeda, dan sulit ditarik saat dibutuhkan. - Audit BPJS dan akreditasi selalu penuh revisi
Dokumen pendukung tidak lengkap, kronologi pelayanan sulit dibuktikan, dan waktu tim habis untuk perbaikan data. - Ketergantungan pada sistem lama atau semi-manual
Sistem ada, tapi tidak mendukung alur klinis dan manajerial secara utuh. - Tim IT terbatas, beban sistem tinggi
Setiap masalah teknis jadi krisis karena sistem tidak stabil dan sulit dipelihara. - Risiko keamanan dan kehilangan data
Tanpa enkripsi dan backup yang baik, data medis menjadi aset berisiko tinggi.
Kondisi ini membuat RS dan klinik rentan, bukan hanya secara operasional, tetapi juga secara kepatuhan regulasi dan reputasi institusi. Lalu bagaimana aplikasi rekam medis elektronik bekerja untuk RS Anda? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Baca juga: Implementasi Rekam Medik Elektronik di RS Tipe C dan D
Definisi Aplikasi Rekam Medis Elektronik?
Aplikasi Rekam Medis Elektronik adalah sistem digital yang mencatat seluruh perjalanan medis pasien secara terstruktur dan terintegrasi. Mulai dari pendaftaran, anamnesis, diagnosis, tindakan, resep, hasil penunjang, hingga resume medis.
Namun bagi manajemen, RME bukan hanya alat klinis. Ia merupakan sumber data tunggal (single source of truth), bukti pelayanan yang siap diaudit, dasar analisis kinerja layanan dan fondasi integrasi dengan SIMRS, BPJS, dan SATUSEHAT.
Tujuan dan manfaat rekam medis elektronik yaitu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaran dan pengelolaan rekam medis.
Tidak hanya itu, aplikasi rekam medis elektronik juga menjamin keamanan, kerahasiaan, keutuhan, ketersediaan rekam medis dan mewujudkan penyelenggaraan dan pengelolaan rekam medis berbasis digital dan terintegrasi.
Baca juga: Rekam Medis Elektronik yang Efisien untuk RS Tipe C dan D
Semua aturan ini sudah tertuang dalam peraturan Menteri kesehatan No. 24 tahun 2022 tentang rekam medis elektronik dan kewajiban fasyankes menerapkan teknologi ini harus secara menyeluruh. Namun, sebelum faskes Anda memilih RME yang tepat, ada baiknya cek kelengkapan SIMRS terlebih dahulu.
Cek Kesiapan SIMRS untuk RS AndaKenapa RME Bisa Membuat RS Lebih Rapi?
1. Data Pasien Terstruktur dan Konsisten
Dengan RME, setiap pasien memiliki satu identitas yang konsisten. Riwayat kunjungan, tindakan, dan terapi tersimpan rapi tanpa duplikasi.
Bagi Direktur RS, ini berarti data bisa ditarik kapan saja, membuat resiko kesalahan administrasi berkurang dan pengambilan keputusan menjadi lebih detail karena semua harus berbasis data
2. Alur Pelayanan Lebih Terkendali
Umumnya rekam medis elektronik yang baik adalah mengikuti alur klinis, bukan memaksakan tenaga medis mengikuti sistem. Hal Ini penting supaya dokter dan perawat tidak merasa terbebani serta selalu fokus memberikan pelayanan kepada pasien.
Bagi Kepala IT rumah sakit, kehadiran RME yang termigrasi dapat mengurangi resistensi pengguna, mampu menekan kebutuhan dukungan berulang hingga pada akhirnya menjadi lebih stabil dalam jangka panjang
3. Integrasi Antar Unit Lebih Mulus
Rekam medis elektronik yang terintegrasi dengan farmasi, laboratorium, radiologi, dan billing menciptakan alur data yang utuh dan lebih terstruktur serta runtut. Sebab, dengan demikian tidak ada lagi kasus input ganda, tidak ada data terputus karena semua saling terhubung.
Kemudian hasilnya pelayanan menjadi lebih cepat, sistem administrasi lebih efisien hingga proses klaim BPJS menjadi lebih rapi. Dengan layanan yang efisien alur kerja menjadi lebih baik dan tepat.
Siap Audit: Nilai Strategis Rekam Medis Elektronik
Audit BPJS dan akreditasi bukan sekadar formalitas. Ia menguji ketertiban sistem dan tata kelola layanan. RME yang dirancang dengan baik membantu RS dan klinik untuk:
1. Menyediakan Bukti Pelayanan Lengkap
Setiap tindakan tercatat dengan waktu, petugas, dan kronologi yang jelas. Ini menjadi bukti kuat saat audit.
2. Mempercepat Proses Penelusuran Data
Tidak perlu mencari berkas fisik atau membuka banyak sistem. Data bisa ditarik dalam hitungan detik.
3. Mengurangi Revisi Klaim
Data klinis dan administrasi yang sinkron mengurangi potensi klaim ditolak atau diminta revisi.
4. Mendukung Kepatuhan Regulasi
RME memudahkan RS menyesuaikan diri dengan kebijakan Kemenkes, termasuk integrasi SATUSEHAT.
Perspektif Kepala IT: Sistem Harus Ringan dan Aman
Dari sisi IT, RME yang ideal bukan yang paling kompleks, tetapi yang stabil dan mudah dipelihara, mempunyai sistem backup dan enkripsi, tidak membebani server dan didukung layanan yang responsif
Sistem yang terlalu berat justru meningkatkan risiko downtime dan beban tim IT. RME yang efisien membantu IT fokus pada pengembangan, bukan pemadaman masalah.
Baca juga: Rekam Medis Elektronik yang Efisien untuk RS Tipe C dan D
Petugas IT Anda pun bisa menjadwalkan konsultasi GRATIS dengan tim kami terkait persiapan SIMRS di RS Anda sebelum terhubung dengan RME yang tepat..
Konsultasi GRATIS Implementasi SIMRSRME sebagai Investasi, Bukan Biaya
Banyak manajemen masih melihat RME sebagai biaya. Padahal, dalam jangka menengah dan panjang, RME adalah alat penghematan dan pengamanan aset data.
Manfaat strategisnya meliputi:
- Efisiensi waktu tenaga medis
- Pengurangan biaya kertas dan arsip
- Minim revisi klaim BPJS
- Penurunan risiko sanksi akibat data bermasalah
- Peningkatan citra profesional RS dan klinik
Strategi Implementasi yang Disarankan
Agar RME benar-benar memberi dampak, RS dan klinik perlu memilih sistem yang sesuai skala dan kebutuhan, melibatkan manajemen, medis, dan IT sejak awal, mengimplementasikan secara bertahap, memberikan pelatihan berkelanjutan dan memastikan dukungan teknis jangka panjang
Pendekatan ini jauh lebih aman dibandingkan migrasi besar tanpa persiapan. E-Doc Farmagitechs merupakan rekam medis elektronik yang dirancang membantu proses pendataan pasien menjadi lebih efisien. Sebab, RME E-Doc sudah mengikuti standar regulasi kesehatan yang berlaku ditambahkan lagi tersedia dua pilihan mulai dari ketik dan non ketik.
Baca juga: Implementasi Rekam Medik Elektronik di RS Tipe C dan D
Sehingga memudahkan petugas tenaga kesehatan dalam mencatat dan mendata riwayat penyakit pasien, dan tindakan apa yang bisa diambil setelah dicatat dalam RME E-Doc.
Kesimpulan
Aplikasi Rekam Medis Elektronik E-Doc akan membuat layanan RS dan klinik lebih rapi, lebih terkendali, dan siap menghadapi audit kapan pun. Bagi Direktur RS, ini berarti kontrol manajemen yang lebih kuat. Bagi Kepala IT, ini berarti sistem yang stabil, aman, dan berkelanjutan.
Di tengah tuntutan layanan kesehatan yang semakin tinggi, RME bukan lagi pilihan tambahan, melainkan pondasi utama tata kelola rumah sakit dan klinik modern. Saatnya mengubah proses layanan menjadi efisien dengan rekam medis elektronik yang terintegrasi dari E-Doc.
Jadwalkan presentasi SIMRS sekarang





