Aplikasi SIMRS Tidak Efektif? Ini Penyebab dan Solusinya

Hadirnya aplikasi SIMRS adalah sebuah kebutuhan untuk membantu operasional RS sehari-hari, namun realitanya masih terjadi masalah seperti “kerja malah makin lama”, “banyak input ulang”, atau “tenaga medis jadi terbebani”. Kondisi ini membuat sebagian manajemen mempertanyakan efektivitas sistem rumah sakit yang digunakan apakah memang tepat diterapkan atau tidak.
Pertanyaannya, apakah aplikasi SIMRS memang tidak efektif?
Atau justru ada kesalahan dalam cara pemilihan, implementasi, dan penggunaannya?
Artikel ini akan membahas apa penyebab utama aplikasi SIMRS tidak efektif sekaligus solusi realistis agar SIMRS benar-benar membantu operasional rumah sakit secara maksimal dan efisien.
Baca juga: Panduan Memilih SIMRS Terbaik Sesuai Kebutuhan Faskes Anda
Apa yang Dimaksud Aplikasi SIMRS Tidak Efektif?
Aplikasi SIMRS dikatakan tidak efektif ketika sistem tidak mempercepat alur pelayanan, ternyata banyak hambatan. Kemudian menambah beban sistem administrasi, data antar unit tidak sinkron, pengguna atau user kesulitan dalam mengoperasikan sistem.
Tidak mendukung kebutuhan manajemen, artinya SIMRS yang tidak terintegrasi dengan layanan lain hanya akan menambah beban kerja tenaga kesehatan. Alur kerja semakin tidak tertata rapi dan menjadi kurang efisien. Padahal, tujuan utama sistem rumah sakit adalah menyederhanakan proses dan meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.
Hadirnya aplikasi SIMRS seharusnya memberikan kemudahan untuk meningkatkan kualitas operasional rumah sakit, bukan menambah beban kerja yang justru membuat tenaga kesehatan rawan depresi atau stres. Anda bisa berkonsultasi dengan kami terkait kebutuhan SIMRS di link berikut
Konsutasi GRATIS di siniPenyebab Aplikasi SIMRS Tidak Efektif
1. Sistem Tidak Terintegrasi Antar Unit
Salah satu penyebab paling umum adalah aplikasi SIMRS yang tidak benar-benar terintegrasi. Artinya setiap lini divisi di rumah sakit tidak saling terhubung, belum lagi dengan beragam regulasi kesehatan yang berlaku. Tidak hanya itu, data pasien harus diinput ulang di beberapa unit ini membuat pekerjaan menjadi kurang efisien, Informasi tidak otomatis terbaca oleh farmasi atau billing dan unit bekerja seperti sistem terpisah akhirnya proses pelayanan menjadi lebih lamba dan rawan terjadi risiko kesalahan data.
2. Alur Sistem Tidak Sesuai Proses Kerja RS
Banyak aplikasi SIMRS dibuat dengan alur standar yang tidak menyesuaikan kondisi nyata rumah sakit. Artinya rumah sakit dipaksa mengikuti sistem dan malah bukan sebaliknya sistem yang mengikuti alur RS dampaknya terlalu banyak klik yang tidak perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan hanya untuk mendukung operasional.
Proses menjadi panjang dan tidak efisien, aplikasi SIMRS ada untuk membantu memudahkan alur kerja dan mempersingkat waktu untuk pelayanan kepada pasien. Jika tadinya terlalu terbelit-belit dalam mengurus pasien, namun adanya sebuah sistem menjadi lebih mudah.
Baca juga: SIMRS Terintegrasi: Kunci Digitalisasi Rumah Sakit Modern
3. Tampilan Aplikasi SIMRS Tidak User-Friendly
Aplikasi SIMRS yang rumit sering menjadi sumber resistensi pengguna dan hanya membingungkan tenaga kesehatan karena menu terlalu banyak, tampilan yang membingungkan justru membuat layanan operasional menjadi kacau.
Apalgi jika menu-menu dalam aplikasi SIMRS tidak dibedakan berdasarkan peran (dokter, perawat, admin). Dampaknya pengguna enggan memakai sistem dan memilih cara yang lama dan masalah paling serius adalah produktivitas kerja menjadi menurun.
4. Kurangnya Training dan Pendampingan
Aplikasi SIMRS sering langsung dijalankan tanpa persiapan pengguna atau dalam arti setelah menerapkan sistem, pegawai tidak dibekali ilmu yang cukup. Jika pun diberikan pelatihan atau training singkat atau bahkan tidak ada. Padahal rumah sakit yang baru para pegawai harus mulai dibiasakan menggunakan sistem baru.
Baca juga: SIMRS Terintegrasi: Kunci Digitalisasi Rumah Sakit Modern
Kurangnya training bisa berdampak terhapat kesalahan penggunaan sistem dan kejadian yang sering terjadi adalah sistem disalahkan, padahal user belum siap menerapkan teknologi tersebut.
5. Infrastruktur dan Performa Sistem Lemah
SIMRS yang sering lambat atau error akan langsung menurunkan kepercayaan pengguna padahal penyebabnya adalah server tidak siap menampung beban, akses lambat pada jam – jam sibuk sistem tidak stabil dalam membantu layanan dampaknya antrian pasien menumpuk di depan meja administrasi dan terakhir dapat mengganggu pelayanan.
6. Fokus Administrasi, Bukan Pelayanan
Sebagian aplikasi SIMRS terlalu fokus pada laporan dan administrasi, tetapi tidak membantu kerja harian tenaga medis. Dokter dan perawat merasa terbebani sehingga pekerjaan tidak cepat diselesaikan dengan baik dan dampaknya pasien tidak terlayani dengan cepat.
SIMRS dianggap sebagai beban tambahan karena kurang bisa mengakomodasi kebutuhan rumah sakit tersebut, padahal masalah tersebut terjadi karena beberapa pegawai belum dapat menerapkan aplikasi dengan baik.
Konsutasi GRATIS di siniSolusi Agar Aplikasi SIMRS Lebih Efektif
1. Gunakan SIMRS yang Terintegrasi
Solusi utama adalah memastikan sistem tersebut layak diterapkan di rumah sakit Anda atau tidak adalah dapat menghubungkan seluruh unit, menggunakan satu database terpusat dan memungkinkan satu kali input data. Artinya dalam satu data pasien, bisa dipakai oleh seluruh unit tanpa ada lagi unit-unit terpisah.
2. Sesuaikan SIMRS dengan Alur Kerja RS
Aplikasi SIMRS yang efektif harus fleksibel dapat digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit artinya beberapa fitur bisa dikustomisasi sesuai permintaan dokter, admin dan tenaga kesehatan lainnya. Menyesuaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit dengan begitu, sistem menjadi alat bantu, bukan penghambat proses pekerjaan tenaga kesehatan.
3. Pilih Aplikasi SIMRS yang Mudah Digunakan
User experience sangat menentukan keberhasilan SIMRS artinya tampilan yang mudah dan bisa dinikmati dapat memperlancar proses kerja layanan rumah sakit. Adapun ciri aplikasi SIMRS yang user friendly antara lain tampilan sederhana, role-based access dan proses ringkas dan logis tanpa menghabiskan banyak waktu.
Ketika sistem mudah digunakan, tingkat adopsi pengguna akan meningkat dan tentunya bisa meningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit itu sendiri. Memberikan pengalaman berbeda kepada pasien karena dapat dilayani dengan baik.
Baca juga: Aplikasi SIMRS: Solusi Digital Terintegrasi Rumah Sakit Modern
4. Lakukan Training dan Pendampingan Bertahap
Implementasi sistem harus disertai dengan pelatihan per unit yang ada di rumah sakit, pendampingan awal operasional dan dukungan yang responsive dari petugas IT Support vendor sistem informasi rumah sakit bersangkutan. Sistem rumah sakit bukan sekadar instalasi software, tetapi proses perubahan cara kerja yang tadinya manual, lebih terstruktur dengan adanya teknologi perangkat lunak.
5. Pastikan Infrastruktur Sistem Andal
Sistem harus didukung dengan beragam teknologi mulai dari perangkat server yang stabil, sistem yang siap dengan skala dan akses cepat saat jam- jam sibuk. Sebab, rumah sakit setiap hari harus 24 jam melayani pasien, tentunya dibutuhkan sistem yang dapat memenuhi kebutuhan faskes Anda. Sistem yang stabil dapat meningkatkan kepercayaan pengguna dan kelancaran layanan terhadap pasien jangan tunggu layanan faskes Anda terganggu, segera konsultasikan kebutuhan SIMRS Anda di sini
Konsutasi GRATIS di sini6. Fokus pada Dampak Pelayanan Pasien
SIMRS yang baik harus dapat mengurangi waktu tunggu pasien atau memotong waktu yang kurang efisien, dapat memudahkan kerja tenaga medis dalam melakukan inputan data pasien sehingga meningkatkan kualitas layanan
Jika tidak berdampak pada pelayanan pasien, efektivitas SIMRS patut dievaluasi apakah masih perlu dipakai, beralih ke vendor lain atau mencoba tetap menerapkan kebiasaan yang ada.
Ciri Aplikasi SIMRS yang Efektif
SIMRS yang efektif memiliki karakteristi terintegrasi dengan beragam layanan kesehatan seperti SATUSEHAT, BPJS, V-Klaim dan beragam layanan kesehatan lain nya. Tidak hanya itu, sistem harus mudah digunakan, layanan stabil dan aman, fleksibel sesuai kebutuhan RS serta dapat didukung tim training dan support
Sistem yang baik bukan yang paling canggih, tetapi yang paling sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Dengan begitu pasien merasa nyaman dan reputasi RS Anda bisa menjadi lebih meningkat.
Baca juga: Kenapa Aplikasi SIMRS Terintegrasi Dibutuhkan RS di Era Digital?
Kesimpulan
Aplikasi SIMRS tidak efektif bukan karena teknologinya, tetapi karena cara pemilihan, implementasi, dan penggunaannya. Tanpa integrasi, penyesuaian alur kerja, dan pendampingan yang tepat, SIMRS justru bisa menambah beban kerja rumah sakit.
Sebaliknya, simrs yang dirancang sesuai kebutuhan nyata rumah sakit akan mempercepat layanan, mengurangi beban administrasi, meningkatkan kualitas pelayanan pasien dan mendukung keputusan manajemen. Digitalisasi rumah sakit seharusnya menyederhanakan proses, bukan memindahkan kerumitan ke layar.
Konsutasi GRATIS di sini





